Sabtu, 22 Januari 2011

biografi Muhammad Husni Thamrin

Muhammad Husni Thamrin dilahirkan pada tanggal 16 Februari 1894 di Jakarta. Ayahnya adalah seorang Wedana di Jakarta bernama Thamrin bin Thabri. Husni Thamrin mempunyai 6 bersaudara,lima laki-laki dan satu perempuan. Masa kanak-kanak Thamrin penuh dengan suasana bahagia. Ia disenangi oleh teman-temannya dan disayangi oleh orangtuanya. Sesudah cukup umur ia dimasukan oleh orangtuanya ke sekolah dasar Belanda yang bernama Institut Bosch.Thamrin terlihat menonjol dalam pelajarannya dan pergaulan.
Pada tahun 1910 Husni Thamrin dimasukkan oleh orangtuanya ke sekolah lanjutan yang bernama Koning Willem III.Suasana Jakarta membuat Husni Thamrin menjadi matang. Ia mulai memikirkan keadaan orangtuanya yang hampir pensiun. Setelah selesai sekolah lanjutan ia tidak bersedia lagi dibiayai oleh orangtuanya. Perhatiannya mulai tercurah kepada bidang politik,Muhammad Husni Thamrin mengagumi tokoh-tokoh pergerakan indonesia seperti Dr. Douwes Dekker, Dr. Tjipto Mangunkusumo,tokoh Belanda Van der Zee dan Dr.Koperberg
Dalam usahanya untuk berdiri sendiri Muhammad Husni Thamrin mulai bekerja untuk dapat membantu orangtuanya. Pada tahun 1919 Muhammad Husni Thamrin ditunjuk menjadi anggota Dewan Kota Jakarta. Pada tahun 1923 ia memasuki perkumpulan “Kaum Betawi”. Namanya makin dikenal dan dunianya makin luas. Karirnya terus meningkat dalam Dewan Kota,sehingga ia akhirnya diangkat menjadi Wakil Walikota tingkat I. Kewajiban sebagai seorang manusia tidak dilupakannya, ia menikah dengan Nyi Otoh Arwati pada tahun 1924.
Pada tanggal 16 Mei 1927 Husni Thamrin diangkat menjadi anggota Dewan Rakyat(Volksraad),disamping kedudukannya di Dewan Kota.Tahun 1930 Thamrin menjadi ketua Fraksi Nasional di Dewan Rakyat.Anggota fraksi itu terdiri dari bangsa Indonesia.Thamrin ikut mendukung “Petisi Sutardjo” di Dewan Rakyat pada tahun 1936 yang menuntut supaya Indonesia diberikan dominion status. Dari tahun 1927 saampai saat meninggalnya Husni Thamrin terus menduduki kursi Dewan Rakyat. Pada bulan Juni 1937 Husni Thamrin terpilih menjadi wakil ketua Dewan Rakyat.
Husni Thamrin ikut membentuk PPPKI yang didirikan di Bandung pada tanggal 17 Desember 1927. Ia duduk dalam PPPKI sebagai wakil Kaum Betawi.Husni Thamrin juga ikut menjadi anggota Perkumpulan Akademi Indonesia (V. I . A.)yang didirikan pada tanggal 10 Desember 1932. Muhammad Husni Thamrin memasuki Partai Indonesia Raya (Parindra)yang didirikan oleh Dr Sutomo.Setelah Dr Supomo meninggal, Muhammad Husni Thamrin diserahi memimpin Parindra.Thamrin sangat aktif dalam Parindra,salah satu contohnya Muhammad Husni Thamrin sering mengadakan propaganda ke banyak pulau di Indonesia seperti di Sumatera.
Muhammad Husni Thamrin memprakarsai berdirinya Gabungan Politik Indonesia (GAPI) yang didirikan pada tanggal 21 Mei 1939 di Jakarta. Kegiatan politik Muhammad Husni Thamrin makin dibatasi oleh pemerintah Hindia Belanda,sesudah diumumkan keadaan bahaya (S.O.B) pada tahun 1940.Pada tanggal 6 Januari 1941 pemerintah Hindia Belanda menggeledah rumah Muhammad Husni Thamrin,dan ia dikenakan tahanan rumah.Dalam keadaan sakit ia masih terus berjuang,walaupun ia dikenakan tahanan rumah.
Pada hari Sabtu tanggal 11 Januari 1941 Muhammad Husni Thamrin menghembuskan nafas terakhirnya di rumahnya di Sawah Besar.Pemakannya mendapat perhatian yang luar biasa dari seluruh masyarakat Indonesia, Belanda dan Tionghoa. Upacara seluruhnya dipimpin oleh ketua Parindra cabang Jakarta,Darjono. Selesai pemakaman disusul dengan pidato dari Habib Ali, Ketua Pandu cabang Jakarta, ketua PB Parindra Wurjaningrat, Dr. A.K. Gani, wakil GAPI dan terakhir Dr.Marzuki Mahdi sebagai wakil keluarga.
Untuk menghormati almarhum Muhammad Husni Thamrin maka pada tanggal 13 Januari diadakan sidang Dewan Rakyat.Ketua Dewan Rakyat Mr. Jonkman memuji Husni Thamrin sebagai pemimpin terkemuka bangsa Indonesia.Wakil pemerintah Hindia Belanda juga mengakui kepemimpinan Muhammad Husni Thamrin dalam pidatonya di Dewan Rakyat.Tokoh Islam terkenal Mohammad Natsir mengatakan perjuangan Muhammad Husni Thamrin sejajar dengan perjuangan islam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar